Review Film A Day (2017)
![]() |
| credit : drakorid |
Judul Film : A
Day aka Ha-roo (하루)
Genre
: Drama, Mystery, Thriller
Sutradara
: Cho Sun-ho
Pemeran
: Kim Myung-min, Byeon Yo-han, Hye-Sun Shin
Durasi
: 90 minutes
Tanggal
Rilis : October 2017
Saya lagi-lagi nggak tidur semalaman, nggak ngantuk sama sekali. Akhirnya agar bisa tidur barang sebentar saja, saya memutuskan untuk menonton film A Day yang direkomendasikan oleh teman saya. Katanya sih film tentang keluarga. Pikir saya akan banyak drama dan bisa membuat saya ketiduran.
Ternyata nggak.
Bukannya ngantuk, otak saya malah makin terjaga karena mikir 'tokoh dalam film ini tuh kenapaaa?'
Film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Kim Joon-Young (Kim Myung-Min) yang merupakan dokter bedah organ dalam terkenal. Katanya sih banyak jasanya. Sayangnya, si dokter ini bukan ayah yang baik menurut putrinya Eun-Jung (Eun-Hyung Jo). Seringkali karena faktor pekerjaannya, si dokter membatalkan janji pada sang putri dan bahkan tidak hadir saat ulang tahunnya. Wajar sih, Eun-Jung bakal merasa kesepian dan kesal setengah mati pada Ayahnya.
Tapi ternyata bukan itu inti ceritanya. Di menit-menit selanjutnya, saya baru tersadar bahwa tema dari film ini adalah time-loop. Hayo bingung kan?
Jadi, Kim Joon-Young ini berulang kali melihat putrinya yang meninggal akibat kecelakaan di depan matanya sendiri. Berulang-ulang. Nggak peduli seberapa cepat dan sigap Kim Joon-Young berusaha menyelamatkan putrinya, tetap saja gagal. Yang didapati hanya melihat bagaimana Eun-Jung mati tertabrak berulang kali.
Nanti di tengah jalan cerita akan ada beberapa tokoh yang muncul di film tersebut, seperti petugas ambulans Lee Min-Chul (Byun Yo-Han) dan supir taksi Bapak Mi-Kyung (Hye-Sun Shin). Nggak hanya sekedar tokoh orang lewat saja, kedua tokoh tersebut bakal ngebuat kamu bertanya-tanya "lah siapa iniii?" "lahh kok ada dia?" "jadi gimanaaa?". Kedua tokoh dadakan muncul itu ternyata mengalami hal serupa yaitu mengalami kejadian berulang setiap kali, bedanya adalah....
![]() |
| hayo tebak mana pak dokter mana mas mas ambulans. |
Makanya nonton ehehehehhe.
Selain alur cerita yang unik untuk genre Drama, yang membuat saya terkagum-kagum sama karya dari Cho Sun-ho sebagai sutradara ini adalah dia bisa membuat gambar yang nggak ngebosenin padahal di awal banyak adegan dan setting di tempat yang sama. Bayangin aja, beberapa menit kamu akan disuguhkan oleh adegan yang sama dengan ketegangan yang sama dan tempat yang sama pula. Tapi nggak bosen. Malah semakin geregetan dan bertanya-tanya "ada apaan seh neh tubir-tubirrrr?"
Peran aktor dan aktris sangat menentukan bagaimana hasil dari film tersebut, untuk itu diperlukan penokohan yang sesuai agar masing-masing tokoh dapat menonjolkan karakternya. Begitu pula dalam film ini, para pemain dengan lihai bisa membuat film terasa sedih, tegang dan bingung campur aduk kemalut. Meski menurut saya pribadi, unsur bingung lebih mendominasi daripada unsur sedihnya. Saya nggak nangis sama sekali pas bagian sedih-sedihnya, ntah karena emang belum klimaks atau karena saya keburu kebanyakan mikir duluan penyelesaiannya wkwkwk.
Walau begitu, perbedaan karakter antar tokoh dalam film ini begitu kentara sehingga masih bisa melekat di kepala saya dalam dua atau beberapa hari.
![]() |
| lihatlah ekspresinya. |
![]() |
| Kerennya adalah nggak langsung nangis. Jadi nangisnya bertahap dan bikin nyesek:" |
Tapi ada yang mengganjal sebenarnya setelah menonton film ini sampai habis dan saya berpikir apa ini pertanyaan yang bodoh atau wajar?
"Kok bisa tau-tau si bapak dokter masuk dalam putaran waktu yang seolah diatur oleh bapak taksi?"
Hal itu tidak dijelaskan dalam film ini secara mendetail (hanya disebutkan akibat 'dosa' dari masa lalu para tokoh.).
Selain itu menurut saya pribadi untuk masuk ke genre Thriller-nya sendiri belum kerasa. Ketegangan konflik yang dialami antara tokoh protagonis dan antagonis tidak menonjol sehingga lebih mengarah ke solusi yang dicapai para tokoh. Tapi untuk misterinya keren banget sampe ngebuat saya nggak kepikiran!
![]() |
| nah loh siapa itu om om |
Sebenarnya ada yang bikin saya ngantuk pas nonton yakni backsound maupun sound effect-nya hehe. Bukan seperti audio dalam film, tapi lebih ke KDrama. Sebenarnya cukup membawa pada suasana yang ada, tapi seperti tidak dijadikan poin pendukung utama mengingat ketegangan itu sendiri lebih dibawa oleh permainan peran dari aktor dan aktrisnya.
Tapi overall saya menikmati film ini sampai habis tanpa terlihat pikiran bosan. Pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh sutradara juga tergambar jelas pada film ini melalui amanat-amanat yang nggak diucapkan langsung oleh para pemain. Perjuangan untuk menjaga orang yang dicinta beserta penyesalan karena telah menyakiti hatinya begitu terasa dalam film ini.
Saya sendiri sih 3.8/5, kalo kamu???








0 comments