Got My 4 Months in College
Halo!
Aku menulis ini setelah bingung memikirkan kata pembuka dan tiba-tiba keram di jari kaki.
Hebat.
Sebenarnya masih ada sisa satu hari lagi sebagai penutup UAS dan penutup semester pertamaku hari ini. Tapi karena aku ingin muntah mengerjakan makalah Indonesia yang nggak kelar-kelar, ijinkan aku bercerita sedikit tentang kehidupan kuliahku yang sudah memasuki bulan ke empat. (ngitung dulu September, Oktober, November dan Desember... Januari.)
Oke, empat setengah bulan, aslinya.
Aku kuliah di salah satu Sekolah Tinggi Negeri, jurusan Penyiaran. Hal yang nggak aku duga sebenarnya mengingat aku dulunya anak ipa dan berniat menjadi dokter (asli cita-citaku dokter, bukan cuma Susan). Aku nggak salah jurusan. Jurusan penyiaran itu salah satu jurusan yang aku 'minati' untuk dipelajari sewaktu kuliah. Jurusan itu juga aslinya cita-cita selewatku waktu memasuki kelas 10 sma. Lalu jadi hal yang buat aku tertarik menyelami dunianya (ea).
Jadi bisa ditebak aku hanya mau kuliah di dua jurusan:
1. Kedokteran
2. Penyiaran
Berlawanan. Tau aku juga. Banyak yang bilang aku makan mecin.
Nggak nyambung.
Perjuanganku mendapatkan kuliah sesuai yang aku minati jujur saja tidak sesusah teman-temanku yang lain. Aku bersyukur demi apapun karena hal itu.
Akan kuceritakan sedikit tentang perjuangan waktu lulus SMA.
SNMPTN aku mendaftar kedokteran di unpad. Iya kamu nggak salah baca. Udah UNPAD, kedokteran lagi. Jangankan temanku, guru BK aja bilang aku gila. Di sela-sela pengumuman SNMPTN aku daftar kampusku yang sekarang yang alhamdulillah lolos saat gelombang 1 sekitar bulan maret. Jadi setelah UN aku benar-benar nggak ngapa-ngapain selain nunggu masuk kuliah. SNMPTN aku pastinya nggak keterima. Begitu pula saat aku mendaftar d3 IPB jurusan ilmu komunikasi, nggak keterima. Iyalah buat ips,
Padahal dulu kalau unpad keterima aku mau nyelepet (nampol a.k.a nampar) orang-orang yang bilang gila dan merendahkanku pakai kertas bukti lulus.
Tapi emang niat udah buruk sih jadi nggak diridhai:(
Lanjut ke kehidupan kampusku yang tadi terlupakan.
Aku ospek kuliah dengan-aman-santai-kecuali-bangun-pagi. Lalu masuk ke kelas B, kelas pertengahan yang semoga aja netral, berisi 35 anak. Sebenarnya hal ini sempat ngebuat aku down dan takut nggak bisa berinteraksi. Pertama, aku udah panik ketika Syafira, teman dekatku tenyata dimasukkan ke kelas A. Kedua, mereka seperti udah mengenal satu sama lain dan berbicara menggunakan bahasa Jawa. Aku, yang waktu itu nggak mengerti bahasa Jawa sama sekali, jadi diem dan kayak "ah mampus gimana nih."
Aku menulis ini setelah bingung memikirkan kata pembuka dan tiba-tiba keram di jari kaki.
Hebat.
Sebenarnya masih ada sisa satu hari lagi sebagai penutup UAS dan penutup semester pertamaku hari ini. Tapi karena aku ingin muntah mengerjakan makalah Indonesia yang nggak kelar-kelar, ijinkan aku bercerita sedikit tentang kehidupan kuliahku yang sudah memasuki bulan ke empat. (ngitung dulu September, Oktober, November dan Desember... Januari.)
Oke, empat setengah bulan, aslinya.
Aku kuliah di salah satu Sekolah Tinggi Negeri, jurusan Penyiaran. Hal yang nggak aku duga sebenarnya mengingat aku dulunya anak ipa dan berniat menjadi dokter (asli cita-citaku dokter, bukan cuma Susan). Aku nggak salah jurusan. Jurusan penyiaran itu salah satu jurusan yang aku 'minati' untuk dipelajari sewaktu kuliah. Jurusan itu juga aslinya cita-cita selewatku waktu memasuki kelas 10 sma. Lalu jadi hal yang buat aku tertarik menyelami dunianya (ea).
Jadi bisa ditebak aku hanya mau kuliah di dua jurusan:
1. Kedokteran
2. Penyiaran
Berlawanan. Tau aku juga. Banyak yang bilang aku makan mecin.
Nggak nyambung.
Perjuanganku mendapatkan kuliah sesuai yang aku minati jujur saja tidak sesusah teman-temanku yang lain. Aku bersyukur demi apapun karena hal itu.
Akan kuceritakan sedikit tentang perjuangan waktu lulus SMA.
SNMPTN aku mendaftar kedokteran di unpad. Iya kamu nggak salah baca. Udah UNPAD, kedokteran lagi. Jangankan temanku, guru BK aja bilang aku gila. Di sela-sela pengumuman SNMPTN aku daftar kampusku yang sekarang yang alhamdulillah lolos saat gelombang 1 sekitar bulan maret. Jadi setelah UN aku benar-benar nggak ngapa-ngapain selain nunggu masuk kuliah. SNMPTN aku pastinya nggak keterima. Begitu pula saat aku mendaftar d3 IPB jurusan ilmu komunikasi, nggak keterima. Iyalah buat ips,
Padahal dulu kalau unpad keterima aku mau nyelepet (nampol a.k.a nampar) orang-orang yang bilang gila dan merendahkanku pakai kertas bukti lulus.
Tapi emang niat udah buruk sih jadi nggak diridhai:(
Lanjut ke kehidupan kampusku yang tadi terlupakan.
Aku ospek kuliah dengan-aman-santai-kecuali-bangun-pagi. Lalu masuk ke kelas B, kelas pertengahan yang semoga aja netral, berisi 35 anak. Sebenarnya hal ini sempat ngebuat aku down dan takut nggak bisa berinteraksi. Pertama, aku udah panik ketika Syafira, teman dekatku tenyata dimasukkan ke kelas A. Kedua, mereka seperti udah mengenal satu sama lain dan berbicara menggunakan bahasa Jawa. Aku, yang waktu itu nggak mengerti bahasa Jawa sama sekali, jadi diem dan kayak "ah mampus gimana nih."
| ini kelompok ospek, ceritanya lagi persiapan buat kegiatan ospek besok. ceritanya |
Tapi lagi-lagi aku diberi kemudahan.
Agak geli ngomongnya tapi aku dapat kelas yang benar-benar menyenangkan. Mereka memang menasihati untuk terus beadaptasi tapi tanpa men-judge agar sama persis. Kabar baiknya adalah aku mempelajari adat dan bahasa Jawa secara gratis tis tis. Itu bagus karena mereka dengan pikiran terbuka mereka menerima dan saling membantu.
Apalagi yang aku ceritakan ya?
Tugas?
Tugasku nggak sebanyak waktu sma. Lebih santai malah. Maklum baru semester 1, seenggaknya begitu sih kata kakak tingkat.
Ini baru agak banyak gara-gara uas. Tapi nggak sampai keteteran banget atau stress. he he.
Di waktu empat bulan ini banyak ilmu yang aku dapat karena satu sisi pengetahuanku tentang broadcasting benar-benar minim. Aku benar-benar enjoy menjalani mata kuliah yang ada (walau nggak semua heu), terutama kalau praktek. Tentang mata kuliah nggak akan kubahas di sini karena dapat menambah kadar kebosanan postingan ini. Bahaya.
Intinya, selama penghabisan semester 1 ini nggak ada yang kusesali tentang kuliahku maupun kampusku. Tidak ada keluhan yang benar-benar berarti atau hasrat ingin bolos terus kayak waktu sma. Aku menikmati semua, alhamdulillah. Benar-benar bersyukur atas apa yang sudah aku jalani semenjak lulus sma.
p.s. apalagi sekarang ada pemanis di kampus;p
p.s.s. yha aku kangen kasmaran



0 comments