Nggak Lupa Gimana Duduk di Kursi Panas

by - 11/14/2017 11:05:00 PM

Kursi panas bukannya kursi terdakwa di meja sidang, bukan pula kursi yang kalau diduduki menjadi panas. Kursi panas versi mahasiswa MMTC yakni kursi dimana seorang mahasiswa yang bertugas menjalani praktik sebagai Program Director berada.

Dan itu terjadi padaku sekitar sebulan yang lalu!!!

Ini pengalamanku.

 Aku tengah menjalani tahun ke dua menjadi mahasiswa di sini. Sebagai mahasiswa, ada praktik yang wajib dilakukan selama belajar di MMTC. Jadi satu hari dalam seminggu, mahasiswa akan ada mata kuliah full praktik untuk mengasah keahlian. Pada semester 3 ini, praktik yang aku jalani ada dua yaitu Praktik Directing Multi Camera untuk televisi dan Praktik Produksi Feature untuk Radio. Nah kursi panas itu berada dalam mata kuliah Praktik Directing Multi Camera dan mahasiswa diasah untuk memiliki kemampuan sebagai Program Director.

poto dulu kite

Jadi kebayang rasanya memimpin dalam kegiatan program acara? Kebayang juga rasanya menjadi orang yang bertanggung jawab dalam jalannya program tersebut? Kuncinya adalah, jangan panik! Soalnya kalau udah panik, buyar semua. Tetap tarik napas dan tenang.

Program yang akan di-direct di praktek semester 3 ini adalah program music show. Full musik saja jadi tidak ada segmen lain agar memudahkan mahasiswa dalam mengenali trik-trik menjadi PD (Program Director). Sebelum praktik, seorang PD harus membuat Shooting Script. Fyi aja semua mahasiswa kebagian menjadi PD, yang artinya semua mahasiswa di prodiku harus membuat Shooting Script.

ini shooting script yang dibuat

Shooting Script itu yang -idealnya- dipakai menjadi panduan saat jadi PD. Kusebut ideal karena... aku gagal menggunakan Shooting Script yang sudah aku buat wkwkwk XD. Aku mengandalkan otakku untuk bekerja cepat menentukan shot selanjutnya. Itulah kursi panas, ketika otak nge-blank semua.

Jadi anggaplah ini giliranku jadi PD. Temanku yang jadi artis kusuruh bersiap. Camera Person sudah kuberi pengarahan untuk zoom pelan-pelan dan shot apa saja yang kemungkinan kupakai. Lighting aman. VTR aman. Switcher sudah paham betul bagaimana pengoperasiannya. Chargen sudah aman. Terakhir... audio ambyar!!

Thanks to Bambang yang melakukan test audio dulu sebelum perekaman oleh VTR karena... entah kenapa... audio yang seharusnya mengeluarkan lagu Koes Plus berjudul Diana malah lagu Jepang yang aku aja nggak tahu itu lagu siapa! Aku panik sumpah! Demi apapun aku merasa sudah benar mendownloadnya. Akhirnya, dicoba berulang kali tetap sama, aku mencoba memakai video hasil download-an di Yutub. Hasilnya? Videonya nggak bisa kebuka! Corrupt file! Mati aku!

Aku udah panik. Bambang udah tenangin, jangan panik katanya tapi aku keburu panik bahkan buat nyolokin kabel audio ke hpku aja gemeteran. Akhirnya, aku mendownload ulang lagu tersebut. Tidak berselang lama, untunglah internetnya lagi baik padaku, lagu di test dan sudah benar.

Maka aku mulai program ini dengan bismillah.

Eng ing enggggg......

Ternyata lagu yang kudownload kepotong di tengah terus langsung fade out, jadi lagu yg ku download hanya berdurasi setengahnya:(

Aku yang shock langsung memberi aba-aba audio video fade out dan cut. Talentku namanya Farish bingung kok tau-tau lagu sudah selesai. Akhirnya setelah bertanya ke dosen pembimbing praktik, masih ada kesempatan untuk mengulang lagi. Maka dengan waktu yang tersisa dan dengan terpaksa, aku mengulang praktik itu, mengulang lagi duduk di kursi panas dengan audio yang hanya berdurasi setengahnya dari audio aslinya.

Aku. Sudah. Nggak. Mau. Ambil. Pusing. Sing. Penting. Kelar. Sek.

Maka nggak sampai tiga menit kemudian, giliranku menjadi PD sudah berakhir. Lega dan masa bodo.

Tapi aku ketagihan


jadi switcher iniiiii

jadi camera person :3

Selain jadi PD, aku juga menjadi Camera Person yang kata dosennya aku pintar dalam pengoperasiannya loh hehe. Lalu menjadi FD yang mengarahkan si talent. Menjadi VTR yang bertanggung jawab diperekaman audio video. Menjadi Audio Man yang mengurusi audio. Menjadi Chargen yang mengurusi Clepper dan Lighting yang berubah menjadi dokumentasi praktik karena gabut ehehe. Oiya, aku menjadi talent juga loh! Hehe.

banyak foto waktu aku jadi talent daripada jadi PD :(

Pokoknya, praktik nggak akan bisa dilupain karena selain seru, aku merasa aku benar-benar dapat ilmu bukan hanya dari ucapan mulut dosen tapi juga langsung mempraktekkannya di lapangan.

Sekiann.

Bye byee all.

p.s. : sayang banget nggak ada foto aku waktu lagi jadi PD:( gimana sih dokumentasinya, jahad:(

You May Also Like

0 comments