Nggak Lupa Gimana Duduk di Kursi Panas
Kursi
panas bukannya kursi terdakwa di meja sidang, bukan pula kursi yang kalau
diduduki menjadi panas. Kursi panas versi mahasiswa MMTC yakni kursi dimana
seorang mahasiswa yang bertugas menjalani praktik sebagai Program Director
berada.
Dan
itu terjadi padaku sekitar sebulan yang lalu!!!
Ini
pengalamanku.
Aku
tengah menjalani tahun ke dua menjadi mahasiswa di sini. Sebagai mahasiswa, ada
praktik yang wajib dilakukan selama belajar di MMTC. Jadi satu hari dalam
seminggu, mahasiswa akan ada mata kuliah full praktik untuk mengasah keahlian.
Pada semester 3 ini, praktik yang aku jalani ada dua yaitu Praktik Directing
Multi Camera untuk televisi dan Praktik Produksi Feature untuk Radio. Nah kursi
panas itu berada dalam mata kuliah Praktik Directing Multi Camera dan mahasiswa
diasah untuk memiliki kemampuan sebagai Program Director.
| poto dulu kite |
Jadi
kebayang rasanya memimpin dalam kegiatan program acara? Kebayang juga rasanya
menjadi orang yang bertanggung jawab dalam jalannya program tersebut? Kuncinya adalah,
jangan panik! Soalnya kalau udah panik, buyar semua. Tetap tarik napas dan
tenang.
Program
yang akan di-direct di praktek semester 3 ini adalah program music show. Full musik
saja jadi tidak ada segmen lain agar memudahkan mahasiswa dalam mengenali
trik-trik menjadi PD (Program Director). Sebelum praktik, seorang PD harus
membuat Shooting Script. Fyi aja semua mahasiswa kebagian menjadi PD, yang
artinya semua mahasiswa di prodiku harus membuat Shooting Script.
![]() |
| ini shooting script yang dibuat |
Shooting
Script itu yang -idealnya- dipakai menjadi panduan saat jadi PD. Kusebut ideal
karena... aku gagal menggunakan Shooting Script yang sudah aku buat wkwkwk XD.
Aku mengandalkan otakku untuk bekerja cepat menentukan shot selanjutnya. Itulah
kursi panas, ketika otak nge-blank semua.
Jadi
anggaplah ini giliranku jadi PD. Temanku yang jadi artis kusuruh bersiap.
Camera Person sudah kuberi pengarahan untuk zoom
pelan-pelan dan shot apa saja yang kemungkinan kupakai. Lighting aman. VTR
aman. Switcher sudah paham betul bagaimana pengoperasiannya. Chargen sudah
aman. Terakhir... audio ambyar!!
Thanks
to Bambang yang melakukan test audio dulu sebelum perekaman oleh VTR karena...
entah kenapa... audio yang seharusnya mengeluarkan lagu Koes Plus berjudul
Diana malah lagu Jepang yang aku aja nggak tahu itu lagu siapa! Aku panik
sumpah! Demi apapun aku merasa sudah benar mendownloadnya. Akhirnya, dicoba
berulang kali tetap sama, aku mencoba memakai video hasil download-an di Yutub.
Hasilnya? Videonya nggak bisa kebuka! Corrupt file! Mati aku!
Aku
udah panik. Bambang udah tenangin, jangan panik katanya tapi aku keburu panik
bahkan buat nyolokin kabel audio ke hpku aja gemeteran. Akhirnya, aku
mendownload ulang lagu tersebut. Tidak berselang lama, untunglah internetnya
lagi baik padaku, lagu di test dan sudah benar.
Maka
aku mulai program ini dengan bismillah.
Eng
ing enggggg......
Ternyata
lagu yang kudownload kepotong di tengah terus langsung fade out, jadi lagu yg
ku download hanya berdurasi setengahnya:(
Aku
yang shock langsung memberi aba-aba audio video fade out dan cut. Talentku namanya
Farish bingung kok tau-tau lagu sudah selesai. Akhirnya setelah bertanya ke
dosen pembimbing praktik, masih ada kesempatan untuk mengulang lagi. Maka dengan
waktu yang tersisa dan dengan terpaksa, aku mengulang praktik itu, mengulang
lagi duduk di kursi panas dengan audio yang hanya berdurasi setengahnya dari
audio aslinya.
Aku.
Sudah. Nggak. Mau. Ambil. Pusing. Sing. Penting. Kelar. Sek.
Maka
nggak sampai tiga menit kemudian, giliranku menjadi PD sudah berakhir. Lega
dan masa bodo.
Tapi
aku ketagihan☹
| jadi switcher iniiiii |
| jadi camera person :3 |
Selain
jadi PD, aku juga menjadi Camera Person yang kata dosennya aku pintar dalam
pengoperasiannya loh hehe. Lalu menjadi FD yang mengarahkan si talent. Menjadi VTR
yang bertanggung jawab diperekaman audio video. Menjadi Audio Man yang
mengurusi audio. Menjadi Chargen yang mengurusi Clepper dan Lighting yang
berubah menjadi dokumentasi praktik karena gabut ehehe. Oiya, aku menjadi
talent juga loh! Hehe.
| banyak foto waktu aku jadi talent daripada jadi PD :( |
Pokoknya,
praktik nggak akan bisa dilupain karena selain seru, aku merasa aku benar-benar
dapat ilmu bukan hanya dari ucapan mulut dosen tapi juga langsung
mempraktekkannya di lapangan.
Sekiann.
Bye
byee all.
p.s. : sayang banget nggak ada foto aku waktu lagi jadi PD:( gimana sih dokumentasinya, jahad:(



0 comments