Empati Heuuu
![]() |
| weheartit.com |
Seseorang menasihatiku tentang empati hari ini. Katanya aku kurang berempati sama lingkungan sekitar. Tentang orang-orang di bawah aku. Dan katanya juga aku terlalu cuek, bahkan terhadap orang-orang terdekatku sendiri. Aku terlalu asik dengan dunia yang aku bangun sendiri.
Sebenarnya aku sendiri nggak benar-benar ngerti sama yang
dimaksud empati itu sendiri, sampai aku membuka KBBI :
Empati /émpati/ n kemampuan menghadapi perasaan dan pikiran
orang lain.
Emang segitu parahnya kah?
Apa orang yang kurang empati itu jahat?
Aku jadi bertanya-tanya sendiri.
Selama ini padahal aku merasa aku cukup memikirkan perasaan
dan pikiran orang lain –ya, kecuali beberapa hal yang buat aku sebal: orang
yang dirinya di bawah tapi merasa sok, orang yang sering mengomentariku yang
buruk-buruk (aku tau aku buruk, tapi kalau tak ada yang baik sama sekali kenapa
harus aku berempati dengannya?), dan terakhir, paling buruk dari yang terburuk,
orang yang bermain api dengan dua orang tuaku.
Aku jadi ingat mendepak kepala orang tipe ketiga itu dengan
bola sepak beberapa waktu lalu saking kesalnya karena dia menghina ibuku. Dan jujur,
aku nggak ngerasa bersalah sama sekali padahal aku udah dimarahin ibuku
habis-habisan.
Aku jadi bertanya-tanya lagi, apa manfaat berempati terhadap
orang lain?
Apa orang lain akan berbalik berempati kepada kita?
Aku rasa nggak juga ah.
Aku yakin benar ada beberapa waktu aku berempati kepada
orang terdekatku. Salah satu contohnya adalah saat mereka marah. Perasaan mereka
sekacau pikiran mereka. Apa aku bakal melakukan hal-hal yang tambah bikin
mereka kacau? Nggak. Sebisa mungkin aku meredam amarah mereka, melakukan
hal-hal inisiatif untuk mencairkan hati mereka lagi.
Kata ibu sih, “perempuan harus mencoba lebih sabar daripada
laki-laki. Perempuan kan berhati lembut.” Dan itu ngebuat aku sempat buat aku
pengen pindah jadi laki-laki.
Tapi ketika aku marah dan ngambek? Aku malah dimarahin balik
dan dicueki sama orang itu! Hawanya jadi panas, ngebuat aku berniat meminum
sesuatu yang mendinginkan tenggorokan kalau nggak ingat ini puasa.
Kalau bisa pesan Extra Kesabaran Paket Jumbo, aku mau dong
satu!
Dan untuk berempati dengan kalangan di bawah aku? Oh man, aku pernah mengalaminya.
Apa aku bakal biarin seorang anak pemulung yang tingginya
nggak nyampe pundak aku, hitam dekil dengan bibir kering, dan aku malah lewat
di depannya pura-pura nggak ngeliat sambil minum es teh?
Yang bisa aku dapat sih empati emang perlu banget. Sikap itu
sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa sosial antarmanusia, menumbuhkan sikap
kekeluargaan di masyarakat, organisasi, lingkungan kerja atau bahkan dengan
orang yang nggak dikenal.
Tapi, semua orang punya cara sendiri untuk berempati
terhadap orang lain. Ada yang melakukannya terang-terangan, ada yang nggak
sadar kalau dia melakukannya, ada yang melakukannya secara diam-diam.
Pilihan tergantung kalian maunya yang mana.
Udah ah aku balik. Serius agak bete –bukan agak sih, tapi
bete maksimal!– gara-gara aku nggak menang giveaway,
huhu padahal udah berusaha berdoa dan berharap banget selama dua minggu L(( pas hari H nya malah
aku nggak gencar-gencarnya ikutin itu giveaway
itu gara-gara nggak ada paket internet.
Heeuhh ya sudahlah, mungkin emang bukan rezeki aku. Mungkin Allah
bakal ngasih yang lebih dari ini.



0 comments